Denpasar, 12 November 2025 – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali menegaskan komitmennya dalam melindungi dan memperjuangkan hak-hak guru dengan membentuk Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH). Pengurus lembaga ini resmi dikukuhkan oleh Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dalam acara Sinergi dan Apresiasi PGRI Bali 2025 yang digelar di Aula Universitas Terbuka Denpasar, Rabu (12/11/2025).
Dalam sambutannya, Eddy Mulya menegaskan bahwa kehadiran LKBH PGRI merupakan langkah konkret organisasi dalam memberikan perlindungan profesi bagi guru. “LKBH PGRI Bali akan menjadi rumah advokasi dan perlindungan hukum bagi seluruh anggota PGRI di Pulau Dewata,” ujarnya.
Eddy menjelaskan, lembaga ini memiliki fungsi strategis antara lain memberikan pendampingan hukum, penyuluhan, pemberdayaan hukum, serta menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum. Ia berharap para guru dapat bekerja lebih tenang tanpa rasa khawatir ketika menghadapi persoalan hukum dalam menjalankan profesinya.
“Guru adalah sosok fundamental dalam pembangunan bangsa. PGRI hadir untuk membersamai, mendampingi, dan mengawal perjuangan guru-guru Indonesia agar tetap berdaya dan terlindungi,” tambahnya.
Adapun pengurus LKBH PGRI Bali yang dilantik meliputi Ketua Anak Agung Sagung Ratih Maheswari, S.H., Wakil Ketua I Nyoman Sumerta Aritenaya, S.Pd., S.Si., S.H., M.H., Akp., Sekretaris Made Anindya Kartika Dewi, S.H., serta anggota I Gede Adnyana, S.H., M.H. dan Desak Ayu Putu Indrajayanti Mahayureni, S.H., S.Pd.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, turut memberikan apresiasi atas langkah progresif PGRI Bali. Menurutnya, pembentukan LKBH merupakan bukti nyata bahwa PGRI tidak hanya fokus pada pengembangan profesi, tetapi juga perlindungan hukum bagi para guru.
“Ini langkah maju untuk membela guru yang membutuhkan pendampingan hukum. Manfaatkan lembaga ini untuk kebaikan bersama, dan jaga kekompakan,” ujar Giri Prasta.
Dalam kesempatan yang sama, Wagub Giri juga memberikan semangat kepada 31 atlet dan ofisial yang akan mewakili Bali dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) 2025, yang akan digelar pada 26–27 November mendatang.
Ia menekankan pentingnya kemampuan digital bagi para pendidik di era revolusi industri 4.0 menuju 5.0. “Kini semua serba cepat dan instan. Guru harus mampu beradaptasi dengan dunia digital agar mampu membimbing generasi muda dengan efektif,” tegasnya. “Guru adalah satu-satunya profesi yang tidak akan tergantikan oleh robot di era AI. Karena itu, karakter, budaya luhur, dan kode etik guru harus tetap dijunjung tinggi,” tutupnya.











Menutup acara, Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menegaskan bahwa di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini, guru harus tetap berpegang pada kode etik profesi dan nilai-nilai luhur pendidikan.
“Dengan marwah guru yang dijaga, serta adanya perlindungan dari LKBH PGRI, maka dunia pendidikan akan semakin kokoh dalam menyiapkan generasi emas Indonesia,” pungkasnya.




